Menurut Kantor Berita ABNA, Ahmad Bahar, seperti dikutip Fars News, Rabu (5/5/2021) menuturkan bahwa penyelenggaran pemilu Palestina di kota Al Quds adalah garis merah.
Ia menambahkan, "Partisipasi penduduk Al Quds dalam pemilu merupakan hak nasional yang diperoleh dari perjuangan dan perang melawan Israel bukan dari mengemis."
Pada saat yang sama pejabat Hamas itu mengkritik keputusan Pemimpin Otoritas Ramallah Mahmoud Abbas untuk menangguhkan pemilu Palestina. Bahar menegaskan, "Warga wilayah Sheikh Jarrah harus dibantu."
Ia menekankan bantuan terhadap perlawanan warga Sheikh Jarrah dalam menghadapi Israel, dan mengumumkan perlawanan umum untuk membantu Al Quds. (HS)
342/